Kutipan-kutipan Penting dari Buku Ḥaqīqatul-Waḥyī
Karya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad AS
Terjemah sebuah wahyu berbahasa Arab:
“Segala puji bagi Allah yang telah
menjadikan engkau sebagai Al-Masih Putera Maryam.
Dia (Allah) tidak akan ditanya tentang
apa yang dilakukan-Nya, melainkan merekalah yang akan ditanya.
Mereka berkata, ‘Apakah Engkau akan
menjadikan orang yang membuat kerusakan di muka bumi ini sebagai khalifah?’ Dia
berfirman, ‘Aku mengetahui apa yang tidak diketahui oleh kalian.’
Aku akan menghinakan orang yang hendak
menghinakan engkau. Di sisi-Ku para rasul tidak akan merasa takut kepada
musuh-musuh.
Allah telah menetapkan, ‘Aku dan
rasul-rasul-Ku pasti menang.’ Setelah kalah mereka akan segera mendapatkan
kemenangan’. Sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang bertakwa dan
orang-orang yang berbuat baik.
Aku akan memperlihatkan kepada engkau
gempa bumi yang menyerupai kiamat. Aku akan menjaga setiap orang yang berada di
dalam rumah(mu) ini.
Wahai orang-orang yang berdosa,
pisahkanlah diri kalian pada hari ini.
Kebenaran telah datang dan kebatilan
pasti lenyap.
Inilah perkara yang dulu kalian minta
untuk disegerakan.
Inilah kabar gembira yang diperoleh
para nabi. Engkau berasal dari Tuhan engkau dan datang dengan disertai dalil
yang terang. Cukuplah Kami yang menghadapi orang-orang yang mengolok-olok
engkau.
Maukah kalian kuberitahukan, kepada
siapa setan turun? [Ketahuilah], setan itu turun kepada setiap pendusta dan
pendosa.
Janganlah engkau berputus asa akan
rahmat Allah. Ketahuilah, sesungguhnya rahmat Allah itu dekat. Ketahuilah,
sesungguhnya pertolongan Allah sudah dekat.
Pertolongan itu akan datang dari
tempat-tempat jauh—yang karena begitu banyak orang yang
melaluinya—jalan-jalannya menjadi cekung.
Begitu banyaknya orang dari
tempat-tempat jauh yang akan datang kepada engkau, hingga jalan-jalan yang akan
dilalui akan menjadi berlubang-lubang.
Tuhan akan menolong engkau dengan
pertolongan-Nya. Orang-orang yang kami turunkan ilham ke dalam hati mereka akan
menolong engkau.
Tidak ada perubahan dalam
kalimat-kalimat Allah. Tuhan engkau telah berfirman bahwasanya akan turun suatu
perkara dari langit yang akan menggembirakan engkau.
Kami akan menganugerahkan kemenangan
yang nyata bagi engkau. Kemenangan seorang wali (sahabat) Allah adalah
kemenangan yang besar.
Kami telah menganugerahkan kepadanya
kedekatan dan telah mejadikannya tempat [menyimpan] berbagai rahasia. Ia adalah
yang paling pemberani di antara manusia.
Manakala iman telah terbang ke bintang
Suraya, pasti ia akan membawanya turun. Allah akan menjadikan bukti-bukti
kebenarannya bersinar.
Dahulu Aku adalah khazanah yang
tersembunyi, kemudian Aku ingin dikenal. (Maka aku menciptakan Adam).
Wahai bulan, wahai matahari, engkau
berasal dari Aku dan Aku berasal dari engkau. Apabila pertolongan Allah telah
datang dan zaman telah kembali pada Kami, akan dikatakan (kepada orang-orang
ingkar), ‘Bukankah orang yang diutus ini ada dalam kebenaran?’
Janganlah engkau memalingkan wajah
engkau dari makhluk Tuhan, dan janganlah engkau merasa lelah dengan banyaknya
pertemuan dengan manusia. Engkau harus meluaskan tempatmu, agar orang-orang
yang datang mendapat tempat yang cukup untuk tinggal.
Sampaikanlah kabar gembira kepada
orang-orang beriman bahwa dalam pandangan Tuhan langkah-langkah mereka berada
di atas jalan kebenaran.
Bacakanlah kepada mereka apa yang telah
diwahyukan Tuhan kepada engkau.”
(Sumber: Buku Ḥaqīqatul-Waḥyī, edisi
Urdu, hal. 78-79)
***
Sebuah Catatan Kaki di Buku Ḥaqīqatul-Waḥyī
Lekhram
(seorang penentang beliau yang paling sengit) berkali-kali mengatakan kepadaku
melalui surat, “Aku ingin melihat Karomah,” dan berkali-kali
pula ia menyebutkan dalam buku-bukunya, “Tunjukkanlah sebuah karomah kepadaku (sebagai bukti kebenaran agama Islam dan kebenaran pendakwaan Anda).”
Namun Allah Ta’ala yang Mahabijaksana memperlihatkan karomah kepadanya sesuai
dengan segala sesuatu. Jadi, pada saat mulut Lekhram bergerak bagaikan tikaman
pisau dalam melontarkan caci maki kepada RasulullahSaw, dan dengan lidahnya pula
ia telah melukai ribuan hati (kaum Muslim), kepadanya Allah Ta’ala memperlihatkan tanda
kekuasaan berupa pisau. Kelancangannya itu menjelma dalam bentuk
pisau yang menikam tubuhnya dan mencabik-cabik ususnya. Inilah tanda Tuhan yang
dahsyat. Orang yang dapat mendengar, dengarlah ini: ketika ia masih hidup, ia
selalu mengatakan, “Aku tidak akan menerima engkau (Hazrat Mirza Ghulam
Ahmad As) sebelum ada bintang jatuh dari langit.” Jadi, ketika
ia menganggap dirinya sebagai bintang bagi golongan Arya dan demikian pula
kaumnya menyebutnya, sang “bintang” itu akhirnya jatuh. Jatuhnya dirasakan
sangat keras bagi orang-orang Arya, hingga di rumah-rumah mereka dilakukan
ritual-ritual bela sungkawa.
0 komentar:
Posting Komentar