Mutiara Ma'rifat

on Rabu, 20 Juli 2016







Kutipan-kutipan Penting dari Buku Ḥaqīqatul-Waḥyī Karya Hazrat Mirza Ghulam Ahmad AS



Terjemah sebuah wahyu berbahasa Arab:

“Segala puji bagi Allah yang telah menjadikan engkau sebagai Al-Masih Putera Maryam.

Dia (Allah) tidak akan ditanya tentang apa yang dilakukan-Nya, melainkan merekalah yang akan ditanya. 
  
Mereka berkata, ‘Apakah Engkau akan menjadikan orang yang membuat kerusakan di muka bumi ini sebagai khalifah?’ Dia berfirman, ‘Aku mengetahui apa yang tidak diketahui oleh kalian.’

Aku akan menghinakan orang yang hendak menghinakan engkau. Di sisi-Ku para rasul tidak akan merasa takut kepada musuh-musuh.

Allah telah menetapkan, ‘Aku dan rasul-rasul-Ku pasti menang.’ Setelah kalah mereka akan segera mendapatkan kemenangan’. Sesungguhnya Allah menyertai orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat baik.

Aku akan memperlihatkan kepada engkau gempa bumi yang menyerupai kiamat. Aku akan menjaga setiap orang yang berada di dalam rumah(mu) ini.

Wahai orang-orang yang berdosa, pisahkanlah diri kalian pada hari ini.
Kebenaran telah datang dan kebatilan pasti lenyap.

Inilah perkara yang dulu kalian minta untuk disegerakan.

Inilah kabar gembira yang diperoleh para nabi. Engkau berasal dari Tuhan engkau dan datang dengan disertai dalil yang terang. Cukuplah Kami yang menghadapi orang-orang yang mengolok-olok engkau.

Maukah kalian kuberitahukan, kepada siapa setan turun? [Ketahuilah], setan itu turun kepada setiap pendusta dan pendosa.

Janganlah engkau berputus asa akan rahmat Allah. Ketahuilah, sesungguhnya rahmat Allah itu dekat. Ketahuilah, sesungguhnya pertolongan Allah sudah dekat.

Pertolongan itu akan datang dari tempat-tempat jauh—yang karena begitu banyak orang yang melaluinya—jalan-jalannya menjadi cekung.

Begitu banyaknya orang dari tempat-tempat jauh yang akan datang kepada engkau, hingga jalan-jalan yang akan dilalui akan menjadi berlubang-lubang.

Tuhan akan menolong engkau dengan pertolongan-Nya. Orang-orang yang kami turunkan ilham ke dalam hati mereka akan menolong engkau.

Tidak ada perubahan dalam kalimat-kalimat Allah. Tuhan engkau telah berfirman bahwasanya akan turun suatu perkara dari langit yang akan menggembirakan engkau.

Kami akan menganugerahkan kemenangan yang nyata bagi engkau. Kemenangan seorang wali (sahabat) Allah adalah kemenangan yang besar.

Kami telah menganugerahkan kepadanya kedekatan dan telah mejadikannya tempat [menyimpan] berbagai rahasia. Ia adalah yang paling pemberani di antara manusia.

Manakala iman telah terbang ke bintang Suraya, pasti ia akan membawanya turun. Allah akan menjadikan bukti-bukti kebenarannya bersinar.

Dahulu Aku adalah khazanah yang tersembunyi, kemudian Aku ingin dikenal. (Maka aku menciptakan Adam).

Wahai bulan, wahai matahari, engkau berasal dari Aku dan Aku berasal dari engkau. Apabila pertolongan Allah telah datang dan zaman telah kembali pada Kami, akan dikatakan (kepada orang-orang ingkar), ‘Bukankah orang yang diutus ini ada dalam kebenaran?’

Janganlah engkau memalingkan wajah engkau dari makhluk Tuhan, dan janganlah engkau merasa lelah dengan banyaknya pertemuan dengan manusia. Engkau harus meluaskan tempatmu, agar orang-orang yang datang mendapat tempat yang cukup untuk tinggal.

Sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang beriman bahwa dalam pandangan Tuhan langkah-langkah mereka berada di atas jalan kebenaran.

Bacakanlah kepada mereka apa yang telah diwahyukan Tuhan kepada engkau.”

(Sumber: Buku Ḥaqīqatul-Waḥyī, edisi Urdu, hal. 78-79)


***

Sebuah Catatan Kaki di Buku Ḥaqīqatul-Waḥyī

Lekhram (seorang penentang beliau yang paling sengit) berkali-kali mengatakan kepadaku melalui surat, “Aku ingin melihat Karomah,” dan berkali-kali pula ia menyebutkan dalam buku-bukunya, “Tunjukkanlah sebuah karomah kepadaku (sebagai bukti kebenaran agama Islam dan kebenaran pendakwaan Anda).” Namun Allah Ta’ala yang Mahabijaksana memperlihatkan karomah kepadanya sesuai dengan segala sesuatu. Jadi, pada saat mulut Lekhram bergerak bagaikan tikaman pisau dalam melontarkan caci maki kepada RasulullahSaw, dan dengan lidahnya pula ia telah melukai ribuan hati (kaum Muslim), kepadanya Allah Ta’ala memperlihatkan tanda kekuasaan berupa pisau. Kelancangannya itu menjelma dalam bentuk pisau yang menikam tubuhnya dan mencabik-cabik ususnya. Inilah tanda Tuhan yang dahsyat. Orang yang dapat mendengar, dengarlah ini: ketika ia masih hidup, ia selalu mengatakan, “Aku tidak akan menerima engkau (Hazrat Mirza Ghulam Ahmad As) sebelum ada bintang jatuh dari langit.” Jadi, ketika ia menganggap dirinya sebagai bintang bagi golongan Arya dan demikian pula kaumnya menyebutnya, sang “bintang” itu akhirnya jatuh. Jatuhnya dirasakan sangat keras bagi orang-orang Arya, hingga di rumah-rumah mereka dilakukan ritual-ritual bela sungkawa.
 
 



0 komentar:

Posting Komentar